LENSABANSEL.COM, PANDEGLANG – Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Mursyidah Karangtanjung dan Al-Iman Cadasari resmi meluluskan 23 santri kelas akhir Kulliyatul Mu’allimin/Mu’allimat Al-Islamiyah (KMI). Kelulusan para santri tersebut diresmikan melalui upacara Haflatul Ikhtitam yang digelar secara kolaboratif bersama Majlis Ta’lim Nurul Mursyidah di Yayasan Ponpes Nurul Mursyidah, Kampung Pasir Putri, Kelurahan Pagadungan, Kecamatan Karangtanjung, Pandeglang, Banten, Kamis (9/7/2026).
Dalam acara tersebut, Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Nurul Mursyidah dan Al-Iman, KH. Suherman, membuat terobosan besar dengan mengumumkan kebijakan biaya sekolah gratis yang mulai berlaku pada tahun ajaran 2026 dan seterusnya.
“Mulai tahun ajaran sekarang, 2026, sampai selanjutnya, pihak kami akan menggratiskan biaya sekolah atau tidak dipungut biaya,” ucap KH. Suherman dalam sambutannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan komitmen yayasan yang telah berdiri selama 32 tahun tersebut untuk membuka akses pendidikan Islam seluas-luasnya, termasuk bagi keluarga kurang mampu.
“Meskipun para santri difasilitasi dengan penginapan (asrama) serta kebutuhan makan dan minum sehari-hari, pihak yayasan memastikan hal tersebut tidak akan membebani orang tua,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Haflatul Ikhtitam 2026, Ustaz Makmun, merincikan bahwa 23 santri yang lulus pada tahun ini terdiri dari 16 santriwan dan 7 santriwati. Ia menekankan bahwa seluruh alumni telah melewati standar kelulusan yang ketat, termasuk ujian praktik mengajar menggunakan bahasa asing.
“Persyaratan sebelum mereka lulus harus menempuh ujian pertama, yaitu harus belajar praktik mengajar berbahasa (asing),” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa acara tahun ini sengaja digabungkan dengan pengajian rutin Majlis Ta’lim Nurul Mursyidah demi efisiensi momentum kegiatan pondok. Selain itu, keterlibatan Ponpes Al-Iman Cadasari dalam acara ini didasari oleh ikatan historis, di mana Ponpes Al-Iman merupakan embrio dari Ponpes Nurul Mursyidah yang berada di bawah pimpinan yang sama.

Agenda tahunan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kabag Kesra Humas Provinsi Banten, Plt. Kabag Kesra Kabupaten Pandeglang, Camat Karangtanjung, Ketua MUI Kecamatan Karangtanjung, serta unsur TNI/Polri setempat.
Hadir pula Ketua Umum Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Banten sekaligus mantan Bupati Pandeglang, Hj. Irna Narulita Dimyati. Ia memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi Ponpes Nurul Mursyidah dalam mencetak generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia. Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan pendidikan di pesantren tersebut, Hj. Irna Narulita turut menyumbangkan dana tunai sebesar Rp10 juta kepada pihak yayasan.
“Mudah-mudahan lahir pemimpin yang bisa membawa negeri ini harum dan memberikan dampak sangat luas. Lahir dari pondok pesantren, salah satunya Nurul Mursyidah,” tutur Irna.
Rangkaian upacara kelulusan ini juga dimeriahkan oleh unjuk bakat para santri yang menampilkan demonstrasi pidato tiga bahasa (Indonesia, Arab, dan Inggris) serta penampilan musik religi hadroh.
(Red)







Komentar
Silakan login untuk berkomentar.