PANDEGLANG, Lensabansel.com – Keterbatasan perhatian dari pemerintah daerah (Pemda) terbukti bukan menjadi penghalang bagi para pejuang warisan budaya bangsa. Tanpa gelontoran fasilitas mewah dan dukungan penuh dari Pemda, para ksatria muda dari Padepokan Seni Pencak Silat Manderaga asal Kabupaten Pandeglang justru tampil mengganas! Mereka sukses menggoncang panggung nasional dan mengharumkan nama Tanah Banten setelah bertempur habis-habisan dalam ajang bergengsi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pencak Silat di GOR Ciracas, Jakarta Timur.
Kompetisi akbar yang digelar dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Jakarta ke-499 ini menjadi saksi bisu kehebatan mental dan fisik para pesilat Pandeglang. Meski berangkat dengan segala keterbatasan, mereka berhasil pulang dengan kepala tegak sambil mengalungkan medali Juara 2 dan Juara 3.
Ketangguhan luar biasa dipertontonkan oleh Rampak Desvita Cs. Lewat gerakan yang kompak, bertenaga, dan memukau para juri, mereka sukses menumbangkan rival-rival berat dari daerah lain yang disokong fasilitas penuh, hingga berhasil mengamankan podium Juara 2.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tidak mau kalah, kejutan besar juga datang dari kategori usia dini. Grup Afiqa tampil dengan sangat gemilang, lincah, dan penuh percaya diri. Meski masih berusia sangat muda dan minim sentuhan bantuan birokrasi, mereka sukses menembus ketatnya persaingan nasional dan merebut trofi Juara 3.

Berdasarkan pantauan langsung, atmosfer haru, bangga, sekaligus prihatin menyelimuti tim. Ketua Pelatih Padepokan Seni Pencak Silat Manderaga Pandeglang, Wawan Rd, tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya atas perjuangan berdarah-darah anak didiknya yang mampu berbicara banyak di level nasional secara mandiri.
“Alhamdulillah! Anak-anak usia dini dan remaja kita telah membuktikan mental juara mereka di level nasional! Rampak Desvita Cs merebut Juara 2 dan Grup Afiqa usia dini menyabet Juara 3. Ini adalah buah manis dari latihan super disiplin dan kekompakan tim yang luar biasa demi menyambut HUT Jakarta ke-499,” tegas Wawan Rd. dengan nada bergetar penuh kebanggaan kepada media, Kamis (2/7/2026).
Namun, di balik senyum kemenangan itu, tersimpan harapan pahit. Wawan melayangkan sentilan dan harapan besar agar Pemerintah Daerah (Pemda) tidak menutup mata dan segera memberikan dukungan nyata serta perhatian kuat. Dukungan birokrasi sangat mendesak agar sistem pembinaan atlet usia dini dan remaja di Pandeglang bisa berjalan maksimal tanpa harus terseok-seok berjuang sendiri.
Melalui pesan singkat WhatsApp langsung dari arena GOR Ciracas pada Kamis sore, Wawan membeberkan fakta bahwa pilar utama keberangkatan mereka bukanlah anggaran daerah, melainkan modal nekat dan pengorbanan luar biasa dari para orang tua murid.
“Kami sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh wali murid pesilat Manderaga. Dukungan doa, moril, hingga materi dari dompet para orang tua adalah pilar utama yang menyelamatkan kita, sehingga anak-anak ini bisa berangkat dan bertarung di Kejurnas,” ungkap Wawan
Ia juga menambahkan bahwa misi utama Padepokan Manderaga melampaui sekadar memburu medali. “Target utama kami bukan cuma piala, tapi mencetak generasi pesilat yang berakhlak mulia, disiplin baja, dan mencintai budaya bangsa seutuhnya!” pungkasnya.
Selama ini, Padepokan Seni Pencak Silat Manderaga memang dikenal aktif sebagai kawah candradimuka yang melahirkan pesilat tangguh dari usia dini hingga dewasa. Mereka selalu siap tempur di berbagai level kejuaraan mulai dari tingkat kabupaten hingga menyapu bersih podium nasional, membuktikan bahwa prestasi sejati lahir dari keringat dan mental baja, bukan dari janji-janji manis birokrasi. (Red)







Komentar
Silakan login untuk berkomentar.